― Tere Liye, Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah
Senin, 26 Oktober 2015
kaspiyatul
Cinta hanyalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan
gumpal perasaan senang, gembira, sedih, sama dengan kau suka makan gilau
kepala ikan, suka mesin. Bedanya, kita selama ini terbiasa
mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. Kita beri dia porsi
lebih penting, kita bersarkan, terus menggumpal membesar. Coba saja kau
cuekin, kau lupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu
seperti kau bosan makan gulai kepala ikan.”
Hi, Nama aku kaspiyatul mardhiyyah,aku sekolah di SMAN 1 Rengasdengklok,aku anak kedua dari dua bersaudara, dari kecilaku anak nya begitu periang,dan sampai sekarang pun aku tetap menjadi anak yang periang, sekarng aku sudah kelas 2 SMA, dan aku beumur 15 tahun, dan seperti kebanyakan anak remaja lainnya,aku pun sudah mulai aku terhadap lawan jenis. Sekarang aku lagi menyukai seorang cowok di sekolahku,aku mulai tertarik kepada cowok tersebut saat aku mulai masuk ke kelas 2, hanya ada dua teman aku yang mengetahui kalau aku suka terhadap cowok itu, entah apa alasannya aku suka terhadapnya, padahal dia hanya seorang cowok biasa,yang kata orang orang sih sedikit kurang pandai ,tapi orang nya tampan kok, dan yang bikin aku kagum dari dia, karnena dia punya semangat yang tinggi buat belajar,dan anakj nya sangat aktif, ingin rasanya dia mengetahui dan peka terhadap apa yang aku rasain ke dia. Setiap dia lewat didepan kelas ku,aku selalu memperhatikannya, dan yang paling aku syukuri adalah,dia les bareng aku. kemarin pagi tanggal 26 oktober 2015 di sekolah dia menyapaku, "hai vi,jumat les ga?' aku pun menjawab "hai,iya les,(sambil tersenyum)" aku sangat senang dia menyapaku, tapi aku kesal sampai sekarang dia belum juga peka.Bagaimana caranya agar dia tahu apa yang aku rasakan, apa aku harus ngomong jujur? ahhh itu gak mungkin kan ya,bersambung.............
Langganan:
Postingan (Atom)